Tampilkan postingan dengan label Copast. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Copast. Tampilkan semua postingan

Dora Berkeringat Darah Karena Beratnya Beban Hidup

Diposting oleh Andre Primaries on Jumat, 09 Desember 2011

Padang - Dokter masih bingung bagaimana Dora Indrayanti Trimurni (25) bisa mengeluarkan keringat darah dari kepalanya. Beban hidup yang berat diduga menjadi pemicu. Perempuan muda ini menanggung sendiri hidupnya dan 2 adiknya tanpa bantuan orangtua. Berkuliah sambil menjadi tukang ojek pun dilakoni Dora.
Kabag Humas RS M Djamil Padang, Gustavianof, kepada detikcom di kantornya, Rabu (1/6/2011) menceritakan aneka kisah luar biasa dari Dora yang terkumpul pelan-pelan. Berdasarkan penuturan sejumlah orang, sosok dan gaya hidup Dora Indrayanti Trimurni sangat jauh dari teman sebayanya.
Tidak ada hura-hura atau nongkrong di Mal dan belanja, Dora lebih memilih menjadi tukang ojek di simpang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) untuk membiayai hidup dan pendidikannya. Tak hanya itu, sejak enam tahun terakhir berbagai pekerjaan pernah dilakoninya.
Dia pernah menjadi kenek angkutan kota, kuli bangunan, satpam dan cleaning service di PLTG Pauh Padang. Semua pekerjaan itu dilakoninya sambil terus menjalani pendidikan hingga menjadi mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Bung Hatta Padang.
"Saya ikut simpati dan terharu dengan kisah hidupnya. Ibunya sudah meninggal dan bapaknya sudah kawin lagi dan tinggal di Dumai, Riau," kata Gustavianof.
Sebagai anak paling tua, Dora punya tanggung jawab untuk membesarkan dan menghidupi dua adiknya yang masih sekolah. Diceritakan Gustavianof, demi tanggung jawab dan cita-citanya itu, Dora pernah mengatakan dia hanya tidur dua jam sehari.
"Dia punya cita-cita jadi pengacara, dan berani mengambil keputusan untuk kuliah di Universitas Bung Hatta demi impiannya itu," ujar Gustavianof.
Yang paling luar biasa adalah kisah rambutnya yang cepak. Gustavianof menegaskan hal itu bukan karena Dora menjalani perawatan karena berkeringat darah. Dora memotong cepak rambutnya agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan bisa mencari pekerjaan.
"Yang luar biasa, untuk menjalani berbagai pekerjaan itu, Dora sering menyamarkan identitasnya menjadi laki-laki karena rata-rata pekerjaan yang ditempuhnya merupakan kerja yang biasa dilakoni oleh laki-laki. Banyak yang mengira, Dora berambut cepak karena dia sedang menjalani perawatan. Padahal itu merupakan salah satu cara dia untuk menyamarkan identitasnya sebagai laki-laki," tuturnya.
Lebih lanjut, Gustavianof menceritakan, saat ini sudah banyak simpati dan bantuan yang ditujukan kepada Dora. Berbagai pihak, baik secara organisasi maupun perorangan telah banyak menyalurkan bantuan untuk dia. Bahkan sejumlah organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terus melakukan upaya penggalangan dana untuk membantu Dora.
"Dia punya motivasi kuat untuk sembuh. Hiburan dan kasih sayang dari orang-orang terdekat sepertinya akan membuat Dora semakin kuat dan cepat pulih dari sakitnya," tutup Gustavianof. Dora memang mengalami masalah medis yang langka. Darah segar kerap keluar dari pori-pori kepala dan telinganya bila ia berpikir terlalu banyak


Detik.com Rabu, 01/06/2011 17:54 WIB

Read More

Aktivis 1998: Dulu dan Kini

Diposting oleh Andre Primaries on Rabu, 07 Desember 2011

Gerakan rakyat tahun 1998 tak akan berhasil menggulingkan Suharto tanpa peran mahasiswa dan aktivis. Empat mahasiswa Elang Mulya Lesmana, Hafidhin Royan, Hery Hertanto, dan Hendriawan Sie, gugur pada Tragedi 12 Mei 1998.

Siapa saja aktivis 1998, dan apa yang mereka lakukan kini? Inilah mereka, di antaranya:

Pius Lustrilanang
1998: Aktivis LSM yang diculik pada 4 Februari 1998. April 1998, Pius menjadi orang pertama yang berani menceritakan tentang penculikannya. Pengakuan ini menyebabkan dia harus mengungsi ke Belanda demi keamanan. Belakangan diketahui penculikan dilakukan oleh Komando Pasukan Khusus yang dipimpin Prabowo Subianto. (Tempo)

Sekarang: Politikus Partai yang dipimpin Prabowo, Gerindra. Anggota DPR periode 2009-2014 ini terancam dipecat dari partainya karena mendukung pembangunan gedung baru DPR. (sumber)


Heru Cokro
Dulu: Koordinator lapangan dalam pendudukan Gedung DPR/MPR pada Mei 1998.

Kini: Pengusaha di bidang konsultasi manajemen, anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).


Rama Pratama
1998: Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia 1997-1998.

Kini: Politikus Partai Keadilan Sejahtera. Disebut-sebut oleh terpidana korupsi Abdul Hadi Jamal dalam sidang suap proyek dermaga di Indonesia Timur. (Tempo)


Munir Said Thalib
1998: Pemimpin Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan. Munir membela para aktivis yang diculik, salah satunya adalah Pius Lustrilanang. (Tempo)

Kini: Diracun di udara dalam penerbangan menuju Belanda, 7 September 2004. Dalang pembunuhnya masih gelap.


Andi Arief
1998: Ketua Senat Mahasiswa Fisip UGM 1993-1998, juga menjadi Ketua Umum Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi Cabang Yogyakarta tahun 1996. Aktivitasnya ini menyebabkan dia diculik oleh Komando Pasukan Khusus yang dipimpin Prabowo Subianto. (Tempo)

Kini: Staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana.


Taufik Basari
1998: Aktivis dan mahasiswa fakultas hukum Universitas Indonesia.

Kini: Pengacara kasus-kasus pelanggaran HAM. Tim pengacara Bibit dan Chandra, koordinator tim advokasi lumpur lapindo.

Penulis : Famega Syavira Putri
Sumber : http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/aktivis-1998--dulu-dan-kini.html
Read More

Cara Berhenti / STOP Berlangganan SMS penyedot Pulsa

Diposting oleh Andre Primaries

Cara Stop atau Berhenti Berbagai Layanan SMS Yang Menyedot Pulsa – Nah, masih seputar tentang layanan SMS yang menyedot pulsa. Kali ini akan dibahas berbagai cara untuk menghentikan atau menonaktifkan layanan konten yang berwujud download sebuah game atau aplikasi mobile atau bahkan sebuah sms yang memberitahukan bahwa anda mendapatkan jutaan hadiah menarik.
Berikut ini adalah kumpulan cara UNREG atau STOP atau Berhenti Berbagai Layanan SMS Yang Menyedot Pulsa Setiap Hari :
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari Dada.net
Sender: 9400
Tarif: Rp.2000/sms
Reg: REG GOLD kirim ke 9400
Unreg: UNREG GOLD kirim ke 9400
Atau hubungi costumer service dada.net di nomor 02127924179
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS Info Program Layanan SMS untung
Sender: 9886
Tarif: Rp.550/sms
Reg: REG UNTUNG kirim ke 9886
Unreg: UNREG UNTUNG kirim ke 9886
Atau hubungi customer service di nomor 021-7201478
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS Paket Wisata ke BALI
Sender: 7704
Tarif: Rp.1000/sms
Reg: REGWB kirim ke 7704
Unreg: UNREGWB kirim ke 7704
Atau hubungi customer service di nomor 0542-6101333
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS LIBURAN ASIK INDOSAT KE JAKARTA
Sender: 9788
Tarif: Rp.550/sms
Reg: REG JA kirim ke 9788
Unreg: UNREG JA kirim ke 9788
Atau hubungi costumer service di nomor 021-31908070
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari Iguana SMS
Sender: 7337
Unreg: Cara unregnya berbeda-beda, nah cara gampangnya adalah dengan menghubungi Customer Servicenya di 0215680605 atau kirim email dengan alamat : lelly at iguanatechnology.com atau cust_service at iguanatechnology.com. cantumkan nomer telepon kamu.
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari Lada2.com
Sender: 9898 / 9090
Tarif: Rp.2000/sms
Unreg: UNREG GAME kirim ke 9090
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari id.funmobile.com
Sender: 9779
Tarif: Rp.2000/sms
Unreg: UNREG kirim ke 9779
Atau kirim email ke support at funmobileid.com atau bisa juga dengan menghubungi perwakilan layanan pelanggan id.funmobile.com di nomer 021-52921351.
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari 9133
Sender: 9133 / 9122
Tarif: Rp 2.200/sms
Unreg: ketik UNREG DK kirim ke 9133 atau ketik *121*10#
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari 9698
Sender: 9698
Unreg: ketik UNREG BG kirim ke 9698 (untuk program binggo)
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari Wapindo
Sender: 7575
Unreg: STOP SUBS kirim ke 7575
Cara berhenti atau Stop atau Unreg Sms Emoticon Simpati
Tarif: Rp. 5000 per bulan
Unreg: Untuk berhenti berlangganan, hubungi *805#
Cara berhenti atau Stop atau UNREG kuis SMS bola 9886
Tarif: 2000/sms
Unreg: STOP kirim ke 9886
Cara berhenti atau Stop atau Unreg Gameloft Indosat
ketik : UNREG GAMELOFT
kirim ke : 4263
Cara berhenti atau Stop atau Unreg Gameloft Telkomsel
Tarif: 4000/sms
Unreg: UNREG GAMELOFT kirim ke 9345
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS PREMIUM LOVE Trivia QUIZ & SMS PREMIUM Info Kuis Game Sega SONIC ?? 7337
Unreg: UNREG LOVE ?t?u UNREG iSONIC kirim ke 7337
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari 9011
Unreg: Bagi yang kesulitan berhenti langganan 9011 khusus untuk indosat boleh coba Ketik UNREG UNIK kirim ke 9011. Cara ini akan sangat manjur untuk menghentikannya
Cara berhenti atau Stop atau Unreg Esia Yahoo:
Unreg: ketik UNREG(spasi)YM kirim ke 88866
Cara berhenti atau Stop atau Unreg LELANG TELKOMSEL dari 2680:
Unreg cara 1. : coba kamu tekan *268# > pilih lelang74 untuk Stop berlangganan
Unreg cara 2. : untuk keluar lelang tekan *268# >1.pilih lelang78 >5 Stop berlangganan
Unreg cara 3. : untuk keluar lelang ketik “batal” smske *268#
Cara berhenti atau Stop atau Unreg MUSLIM SOAL:
Unreg: ketik UNREG MUSLIM SOAL kirim ke 9886
Cara berhenti atau Stop atau Unreg XSMS:
Xsms itu adalah Xpressive SMS
Unreg: UNREG kirim ke 2767 tarif 350/sms
Cara berhenti atau Stop atau Unreg SMS dari 2680 :
Unreg: ketik OFF kirim ke nomor 2680 atau Unreg: ketik Unreg kirim ke nomor 2680
Nah, cara termudah untuk berhenti semua langganan SMS konten adalah dengan menghubungi nomer operator sellular yang anda pakai. Semoga Cara Stop atau Berhenti Berbagai Layanan SMS Yang Menyedot Pulsa bisa membantu anda
Selamat Mencoba
Read More

Cara Copy Situs Yang Terkunci

Diposting oleh Andre Primaries on Selasa, 06 Desember 2011

Jika Anda pernah menjumpai sebuah situs web atau blog tidak dapat di klik kanan atau di blok untuk di copy artikelnya, mungkin web atau blog tersebut telah dikunci oleh pemiliknya. 

Hal ini dimungkinkan untuk menghindari penjiplakan, pembajakan atau agar orang lain tidak mengcopy paste (kopas) karya yang dia buat, tapi jika Anda memang betul-betul ingin menyalinnya dalam rangka untuk tujuan pembelajaran atau tugas belajar Anda dan bukan untuk kepentingan pembajakan. (bagaimanapun juga kita harus menghormati juga karya orang lain sebagai buah pemikirannya), Anda tentu ingin juga menyalinnya untuk kepentingan belajar Anda.

Berikut cara lain untuk mengcopy sebuah situs yang terkunci, jika memang tidak bisa di klik kanan, di blok atau dengan cara menon-aktifkan javascriptnya.

Langkahnya sebagai berikut:
1. Buka blog atau situs yang akan diambil artikelnya dan masuklah ke judul artikel pada alamat web yang akan di copy.
2. Lalu blok alamat URL situs dan copy alamat situs tersebut

3. Setelah itu buka aplikasi Microsoft Word 2007 maupun Word 2010
4. Setelah terbuka jendela baru Ms. Word, klik Office button lalu Open (pada versi 2007) atau klik File lalu Open (pada versi 2010) atau tekan Ctrl + O

5. Pada File name copykan link yang telah dicopy dan tekan Open, dan tunggu beberapa saat, maka halaman web tersebut akan pindah ke aplikasi word, selanjutnya Anda tinggal mengedit atau menghilangkan beberapa bagian yang menurut Anda tidak perlu….

Semoga cara ini untuk kepentingan dan keperluan pembelajaran dan bukan untuk mengajarkan yang bersifat negatif!...

Selamat mencoba... (sumber : 
http://blogamka.blogspot.com/2011/11/cara-copy-situs-yang-terkunci.html)
Read More

Salah Sangka

Diposting oleh Andre Primaries

Ketika persembahan hendak dipungut, seorang remaja merogoh kantongnya dan mengeluarkan selembar uang Rp 1.000,- yang langsung dimasukkannya ke dalam pundi persembahan yang diedarkan melewati bangku tempat duduknya.
Pada saat bersamaan, seseorang yang duduk di belakangnya menepuk pundaknya sembari menyodorkan selembar uang Rp 20.000. Tertegun sejenak dengan kedermawanan orang itu, anak remaja itu lalu mengambil uang tersebut dan langsung memasukkannya juga ke dalam pundi persembahan.
Beberapa saat kemudian, pundaknya ditepuk lagi. Dia menoleh ke belakang dan mendengar orang yang menepuk bahunya itu berbisik: "Uang Rp 20.000 barusan itu uang yang jatuh dari kantong kamu tadi." "Hah?" Dia hanya bisa mengikuti dengan pandangan matanya pundi yang terus berjalan dari tangan ke tangan terus semakin jauh ke depan.

Pesan moral:
Apakah ada pahalanya untuk persembahan yang diberikan secara tak sengaja? Entahlah. Masalahnya ialah, apakah kita merasa menyesal telah memberikan sesuatu kepada Tuhan? Banyak orang yang mula-mula bersemangat membantu pekerjaan Tuhan dengan uangnya, hanya untuk menyesal di kemudian hari akibat keinginannya tidak diikuti atau karena berseteru dengan teman sekerja. Karena itu,"apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" [Kol. 3:23].
Sumber : http://www.sinodegbi.org/Humor/


Read More

Kesaksian Jim Caviezel pemeran Yesus "Passion of The Christ"

Diposting oleh Andre Primaries

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film “The Passion Of the Christ”.

“ suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu.

Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai actor di Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tersebut. Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood . Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padanya. “Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?” Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red Line”. Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!


Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri saya.

Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya.

Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.
Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya.

Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya sangat tertekan. Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga.

Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis.

Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu. Saya bekata pada Mel, saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini. Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat didalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.

Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, Karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm. Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan ditanah sambil memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk memberi pertolongan.

Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung diatas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang biasa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan-keadegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia. Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini.

Dan peristiwa terakhir yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung diatas kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang (setan tidak senang dengan adanya pembuatan film seperti ini). Dan sayapun tidak sadarkan diri.

Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak “dia sadar! dia sadar!” (dalam kondisi seperti ini mustahil bagi manusia untuk bisa selamat dari hamtaman petir yang berkekuatan berjuta-juta volt kekuatan listrik, tapi perlindungan Tuhan terjadi disini).

“Apa yang telah terjadi?” Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada disitu, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diriNya sendiri.

Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.

Saya harap mereka yang menonton The Passion Of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa.

Amin.

“TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA”
Read More